<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>574 Enterprise</title>
	<atom:link href="http://mp120203070248.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mp120203070248.wordpress.com</link>
	<description>By Oman Sahroni</description>
	<lastBuildDate>Mon, 17 May 2010 04:09:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='mp120203070248.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/c52bca55b5d4e6a17fd3d54b5a039866?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>574 Enterprise</title>
		<link>http://mp120203070248.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://mp120203070248.wordpress.com/osd.xml" title="574 Enterprise" />
	<atom:link rel='hub' href='http://mp120203070248.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Akuntansi Biaya</title>
		<link>http://mp120203070248.wordpress.com/2010/05/17/akuntansi-biaya/</link>
		<comments>http://mp120203070248.wordpress.com/2010/05/17/akuntansi-biaya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 May 2010 04:09:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mp120203070248</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mp120203070248.wordpress.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[Akuntansi biaya adalah bagian dari akuntansi keuangan yang membicarakan biaya dalam arti luas. Sebagaimana diketahui bahwa tujuan akuntansi keuangan adalah menyajikan laporan keuangan yang terdiri atas neraca, laporan laba-rugi, laporan laba ditahan, dan laporan arus kas. Akuntansi biaya sebagai bagian dari akuntansi keuangan hanya menyajikan sebagian elemen dari laporan laba-rugi yaitu eleman biaya. Akuntansi biaya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mp120203070248.wordpress.com&amp;blog=13447049&amp;post=60&amp;subd=mp120203070248&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akuntansi biaya adalah bagian dari akuntansi keuangan yang membicarakan biaya dalam arti luas. Sebagaimana diketahui bahwa tujuan akuntansi keuangan adalah menyajikan laporan keuangan yang terdiri atas neraca, laporan laba-rugi, laporan laba ditahan, dan laporan arus kas. Akuntansi biaya sebagai bagian dari akuntansi keuangan hanya menyajikan sebagian elemen dari laporan laba-rugi yaitu eleman biaya.<br />
Akuntansi biaya dapat digolongkan menjadi dua bagian, yaitu (1) akuntansi biaya yang berhubungan dengan penentuan harga pokok produk dan pengendalian biaya yang biasanya disebut akuntansi biaya; dan (2) akuntansi biaya yang berhubungan dengan pengambilan keputusan yang biasanya disebut akuntansi manajemen.</p>
<p>1.2.	Pengertian dan Klasifikasi Biaya<br />
Dalam Akuntansi Biaya dikenal dua istilah, yaitu cost (harga pokok/harga perolehan) dan expense (biaya/beban). Harga pokok adalah pengorbanan yang diukur dalam satuan uang berupa pengurangan aktiva atau terjadinya kewajiban untuk mendapatkan barang atau jasa yang akan memberikan manfaat di masa yang akan datang. Biaya adalah harga pokok yang telah memberikan manfaat dan telah habis dimanfaatkan. Dalam praktik, istilah biaya digunakan untuk kedua pengertian tersebut di atas.</p>
<p>Klasifikasi biaya:<br />
1.	Elemen produk (harga pokok produk):<br />
a.	Bahan baku (direct materials)<br />
Bahan (materials) dibedakan menjadi bahan baku dan bahan penolong (indirect materials). Bahan baku adalah semua bahan yang dapat diidentifikasikan dengan produk jadi, yang dapat ditelusur ke produk jadi, dan yang merupakan bagian terbesar dari biaya produksi. Bahan penolong adalah semua bahan yang bukan termasuk bahan baku.<br />
b.	Tenaga kerja langsung (direct labor)<br />
Tenaga kerja dapat dibedakan menjadi tenaga kerja langsung (direct labor) dan tenaga kerja tidak langsung (indirect labor). Tenaga kerja langsung adalah semua tenaga kerja yang melaksanakan proses produksi yang dapat ditelusur ke produk jadi dan merupakan bagian terbesar dari biaya tenaga kerja. Tenaga kerja tidak langsung adalah semua tenaga kerja yang tidak dapat dipertimbangkan sebagai biaya tenaga kerja langsung.<br />
c.	Overhead pabrik (factory overhead)<br />
Biaya overhead pabrik adalah semua biaya produksi selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Oleh karena itu, biaya overhead pabrik terdiri atas biaya bahan penolong, biaya tenaga kerja tidak langsung, dan biaya produksi tidak langsung lainnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mp120203070248.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mp120203070248.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mp120203070248.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mp120203070248.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mp120203070248.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mp120203070248.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mp120203070248.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mp120203070248.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mp120203070248.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mp120203070248.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mp120203070248.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mp120203070248.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mp120203070248.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mp120203070248.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mp120203070248.wordpress.com&amp;blog=13447049&amp;post=60&amp;subd=mp120203070248&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mp120203070248.wordpress.com/2010/05/17/akuntansi-biaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3942b128109d3b55d82742ec0700d173?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mp120203070248</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Praktika Komunikasi Pemasaran</title>
		<link>http://mp120203070248.wordpress.com/2010/05/17/praktika-komunikasi-pemasaran/</link>
		<comments>http://mp120203070248.wordpress.com/2010/05/17/praktika-komunikasi-pemasaran/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 May 2010 04:02:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mp120203070248</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mp120203070248.wordpress.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Komunikasi  pemasaran karena anda akan rugi dalam hal waktudan biaya jika melakukan kesalahan dalam melakukannya.dalam merencanakan pemasaran anda, yang pertama kali andabutuhkan adalah menentukan tujuan pemasarannya terlebih dahulu. Apakah untukmengarahkan konsumen untuk memakai jasa, mengarahkan penjualan atau langsungmnjualnya kepada konsumen . kemudian yang anda butuhkan adalah sebuah rencanapemasaran . ini merupakan dokumen kerja yang komperehensif, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mp120203070248.wordpress.com&amp;blog=13447049&amp;post=56&amp;subd=mp120203070248&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Komunikasi  pemasaran karena anda akan rugi dalam hal waktudan biaya jika melakukan kesalahan dalam melakukannya.dalam merencanakan pemasaran anda, yang pertama kali andabutuhkan adalah menentukan tujuan pemasarannya terlebih dahulu. Apakah untukmengarahkan konsumen<a href="http://id.shvoong.com/tags/konsumen/"> </a> untuk memakai jasa, mengarahkan penjualan atau langsungmnjualnya kepada konsumen . kemudian yang anda butuhkan adalah sebuah rencanapemasaran . ini merupakan dokumen kerja yang komperehensif, yang merinci pendekatantotal tim pemasaran anda dalam melakukan komunikasi pemasaran .langkahberikutnya adalah mempelajari siapa yang menjadi sasaran pemasaran, apakah diaseorang konsumen baru, konsumen yang sudah lama ada atau konsumen yang seringberganti merek . konsumen yang masih ragu, konsumen yang belum mengetahui namuntertarik . semua itu memerlukan motivasi yang berbeda untuk membeli produk kita.selanjutnya adalah memutuskan metode apa yang akan di gunakan . disiniditerapkan dasar pemikiran yang sama. Anda juga perlu untuk mempelajari mediayang anda gunakan. Apakah media tersebut mampu untuk menjangkau lapisankonsumen yang menjadi sasaran pemasaran anda atau tidak . karena terkadangbeberapa lapisan masyarakat memerlukan cara khusus untuk melakukan pemasaranpada mereka .Kemudian yang akan anda lakukan adalah menyusun informasi yang akandisampaikan dan menyusunnya berdasarkan urutan prioritas . carilah segipenjualan yang paling efektif dalam menarik minat konsumen sasaran anda . iniharus dijadikan pembuka dan semenarik mungkin agar konsumen tidak menghindardari rencana pemasaran anda. Ikatlah mereka dengan kata – kata yang membuatmereka merasa dirinya penting. Selalulah menggunakan kata – kata “anda” atau“kita” agar terkesan sopan dan konsumen sasaran anda merasa akrab . kemudiananda harus bisa menciptakan kepuasan yang diinginkan konsumen, pertimbangkanlahapa yang sebenarnya di inginkan oleh konsumen. Apabila anda menawarkanpemecahan masalah, pstikan itu ada dalam daftar prioritas anda . Dalammelakukan komunikasi pemasaran, hal yang harus anda lakukan adalahPertama– tama anda harus merebut perhatian mereka. Ini bisa dilakukan denganberbincang – bincang, tersenyum, gambar atau tulisan yang menarik jika andamelakukan komunikasi dengan mediaLaluanda harus menarik minatm mereka. anda harus memberitahukan kepadanya hal – halyang menarik bagi kepentinganpribadinya.Kemudiantimbulkan keinginan konsumen sasaran anda untuk membeli. Anda harus bisamembuat mereka memunculkan hasrat mereka untuk membeli, mencoba atau mencermatiproduk anda, meminta brosur atau minta di hubungi oleh bagian penjualan.Kemudiandesak konsumen sasaran anda untuk bertindak sesuai dengan apa yang andainginkan maka tugas anda selesai.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mp120203070248.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mp120203070248.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mp120203070248.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mp120203070248.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mp120203070248.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mp120203070248.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mp120203070248.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mp120203070248.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mp120203070248.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mp120203070248.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mp120203070248.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mp120203070248.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mp120203070248.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mp120203070248.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mp120203070248.wordpress.com&amp;blog=13447049&amp;post=56&amp;subd=mp120203070248&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mp120203070248.wordpress.com/2010/05/17/praktika-komunikasi-pemasaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3942b128109d3b55d82742ec0700d173?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mp120203070248</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manajemen Keuangan</title>
		<link>http://mp120203070248.wordpress.com/2010/05/17/manajemen-keuangan/</link>
		<comments>http://mp120203070248.wordpress.com/2010/05/17/manajemen-keuangan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 May 2010 03:59:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mp120203070248</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mp120203070248.wordpress.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Definisi/Pengertian Manajemen Keuangan, Tugas Pokok Dan Tujuan Manajer Keuangan Perusahaan Wed, 20/02/2008 &#8211; 11:14pm — godam64 A. Pengertian Manajemen Keuangan Manajemen Keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh organisasi atau perusahaan. Penjelasan Singkat Masing-Masing Fungsi Manajemen Keuangan : 1. Perencanaan Keuangan Membuat rencana pemasukan dan pengeluaraan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mp120203070248.wordpress.com&amp;blog=13447049&amp;post=54&amp;subd=mp120203070248&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Definisi/Pengertian Manajemen Keuangan, Tugas Pokok Dan Tujuan Manajer Keuangan Perusahaan</h2>
<p>Wed, 20/02/2008 &#8211; 11:14pm — godam64</p>
<div>
<p>A. Pengertian Manajemen Keuangan</p>
<p>Manajemen Keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh organisasi atau perusahaan.</p>
<p>Penjelasan Singkat Masing-Masing Fungsi Manajemen Keuangan :<br />
1. Perencanaan Keuangan<br />
Membuat rencana pemasukan dan pengeluaraan serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu.<br />
2. Penganggaran Keuangan<br />
Tindak lanjut dari perencanaan keuangan dengan membuat detail pengeluaran dan pemasukan.<br />
3. Pengelolaan Keuangan<br />
Menggunakan dana perusahaan untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara.<br />
4. Pencarian Keuangan<br />
Mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk operasional kegiatan perusahaan.<br />
5. Penyimpanan Keuangan<br />
Mengumpulkan dana perusahaan serta menyimpan dana tersebut dengan aman.<br />
6. Pengendalian Keuangan<br />
Melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan pada paerusahaan.<br />
7. Pemeriksaan Keuangan<br />
Melakukan audit internal atas keuangan perusahaan yang ada agar tidak terjadi penyimpangan.</p>
<p>B. Tugas Pokok Manejemen Keuagan</p>
<p>Tugas-tugas dasar yang diemban oleh seorang menejer keuangan secara umum adalah :<br />
1. Mendapatkan Dana Perusahaan<br />
2. Menggunakan Dana Perusahaan<br />
3. Membagi Keuntugan / Laba Perusahaan</p>
<p>C. Tujuan Manajemen Keuangan</p>
<p>Tujuan dengan adanya manajer keuangan untuk mengeloka dana perusahaan pada suatu perusahaan secara umum adalah untuk memaksimalisasi nilai perusahaan. Dengan demikian apabila suatu saat perusahaan dijual maka harganya dapat ditetapkan setinggi mungkin.</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mp120203070248.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mp120203070248.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mp120203070248.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mp120203070248.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mp120203070248.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mp120203070248.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mp120203070248.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mp120203070248.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mp120203070248.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mp120203070248.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mp120203070248.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mp120203070248.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mp120203070248.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mp120203070248.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mp120203070248.wordpress.com&amp;blog=13447049&amp;post=54&amp;subd=mp120203070248&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mp120203070248.wordpress.com/2010/05/17/manajemen-keuangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3942b128109d3b55d82742ec0700d173?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mp120203070248</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Praktika Perilaku Konsumen</title>
		<link>http://mp120203070248.wordpress.com/2010/05/17/praktika-perilaku-konsumen/</link>
		<comments>http://mp120203070248.wordpress.com/2010/05/17/praktika-perilaku-konsumen/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 May 2010 03:57:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mp120203070248</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mp120203070248.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Perilaku konsumen : Adalah tingkah laku dari konsumen, dimana mereka dapat mengilustrasikan pencarian untuk membeli, menggunakan, mengevaluasi dan memperbaiki suatu produk dan jasa mereka. Focus dari perilaku konsumen adalah bagaimana individu membuat keputusan untuk menggunakan sumber daya mereka yang telah tersedia untuk mengkonsumsi suatu barang. Dua wujud konsumen 1. Personal Consumer : konsumen ini membeli [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mp120203070248.wordpress.com&amp;blog=13447049&amp;post=51&amp;subd=mp120203070248&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perilaku konsumen :<br />
Adalah tingkah laku dari konsumen, dimana mereka dapat mengilustrasikan pencarian untuk membeli, menggunakan, mengevaluasi dan memperbaiki suatu produk dan jasa mereka. Focus dari perilaku konsumen adalah bagaimana individu membuat keputusan untuk menggunakan sumber daya mereka yang telah tersedia untuk mengkonsumsi suatu barang.</p>
<p>Dua wujud konsumen<br />
1.	Personal Consumer : konsumen ini membeli atau menggunakan barang atau jasa untuk penggunaannya sendiri.<br />
2. Organizational Consumer : konsumen ini membeli atau menggunakan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan dan menjalankan organisasi tersebut.</p>
<p>Production concept<br />
Konsumen pada umumnya lebih tertarik dengan produk-produk yang harganya lebih murah. Mutlak diketahui bahwa objek marketing tersebut murah, produksi yang efisien dan distribusi yang intensif.</p>
<p>Product concept<br />
Konsumen akan menggunakan atau membeli produk yang ditawarkan tersebut memiliki kualitas yang tinggi, performa yang terbaik dan memiliki fitur-fitur yang lengkap.</p>
<p>Selling concept<br />
Marketer memiliki tujuan utama yaitu menjual produk yang diputuskan secara sepihak untuk diproduksi.</p>
<p>Marketing concept<br />
Perusahaan mengetahui keinginan konsumen melalui riset yang telah dilakukan sebelumnya, kemudian memproduksi produk yang diinginkan konsumen. Konsep ini disebut marketing concept.</p>
<p>Market segmentation<br />
Membagi kelompok pasar yang heterogen ke kelompok pasar yang homogen.</p>
<p>Market targeting<br />
Memlih satu atau lebih segmen yang mengidentifikasikan perusahaan untuk menentukan.</p>
<p>Positioning<br />
Mengembangkan pemikiran yang berbeda untuk barang dan jasa yang ada dalampikiran konsumen.</p>
<p>Menyediakan nilai pelanggan didefinisikan sebagai rasio antara keuntungan yang dirasakan sumber-sumber (ekonomi, fungsional dan psikologi) digunakan untuk menghasilkan keuntungan-keuntungan tersebut. Keuntungan yang telah dirasakan berupa relative dan subjektif.</p>
<p>Kepuasan pelanggan adalah persepsi individu dari performa produk atau jasa dalam hubungannya dengan harapan-harapan.</p>
<p>Mempertahankan konsumen adalah bagaimana mempertahankan supaya konsumen tetap loyal dengan satu perusahaan dibandingkan dengan perusahaan lain, hamper dalam semua situasi bisnis, lebih mahal untuk mencari pelanggan baru dibandingkan mempertahankan yang sudah ada.</p>
<p>Etika pasar dan tanggung jawab social<br />
Konsep pemasaran social mewajibkan semua pemasar wapada terhadap prinsip tanggung jawab social dalam memasarkan barang atau jasa mereka, oleh sebab itu pemasar harus mampu memuaskan kebutuhan dan keinginan dari targt pasar mereka. Praktek etika dan tangung jawab social dalah bisnis yang bagus, tidak hanya meningkatkan penjualan tetapi menghasilkan kesan yang baik.</p>
<p>Model sederana dari pengambilan keputusan yang dibuat oleh pelanggan<br />
- Input stage mempengaruhi pengakuan konsumen dari sebuah kebutuhan produk dan terdiri dari dua (2) sumber informasi, yaitu usaha pemasaran perusahaan dan pengaruh sosiologi dari luar pelanggan.<br />
-	Output stage terdiri dari dua (2) pendekatan yang erat hubungannya dengan aktivitas pengambilan keputusan yang sudah diambil.</p>
<p>The Traditional Marketing Concept	Value and Retention Focused Marketing<br />
-	Hanya membuat sesuatu yang dapat dijual selaindari mencoba untuk menjual apa yang telah dibuat.<br />
-	Jangan memfokuskan kepada produk, fokuskan pada kebutuhan yang memuaskan.<br />
-	Menyesuaikan produk pasar dan jasa dengan konsumen daripada melihat penawaran dari pesaing.<br />
-	Meneliti kebutuhan konsumen dan karakteristiknya.<br />
-	Mengerti proses perilaku pembelian dan keuntungannya terhadap perilaku konsumen.<br />
- Segmentasi pasar berdasrkan kebutuhan konsumen dari segi geografi, demografi, psikologi, sosiokultural, gaya hidup dan karakteristik lainnya. o Menggunakan teknologi yang dapat membantu konsumen untuk menyesuaikan diri terhadap apa yang kita buat.<br />
-	Focus pada nilai suatu produk, sebanding dengan kebutuhan yang telah dipuaskan.<br />
- Memanfaatkan dan mengerti kebutuhan konsumen untuk meningkatkan penawaran yang diterima konsumen lebih baik dari penawaran pesaing.<br />
-	Meneliti tingkat keuntungan disertai dengan bermacam-macam kebutuhan konsumen dan karakteristiknya.<br />
-	Mengerti perilaku konsumen dalam hubungannya dengan produk perusahaan.<br />
- Menggunakan segmentasi hybrid yang mengkombinasikan sementasi tradisional dengan data pada tingkat pembelian konsumen dan pola penggunaan pada produk.</p>
<p>Chapter II<br />
RISET KONSUMEN</p>
<p>Bidang riset konsumen dikembangkan sebagai perluasan bidang riset pemasaran, hampir semata-mata memfokuskan perhatiannya pada perilaku konsumen bukannya pada aspek-aspek lain dalam proses pemasaran. Hasil-hasil riset pasar dan juga hasil riset konsumen digunakan untuk memperbaiki pengambilan keputusan manajerial. Alasan pertama mempelajari perilaku konsumen adalah untuk memungkinkan para pemasar meramalkan bagaimana para konsumen akan bereaksi terhadap berbagai pesan promosi dan untuk memahami cara mereka mengambil keputusan membelinya</p>
<p>PARADIGMA RISET KONSUMEN<br />
Para peneliti konsumen periode pertama hanya sedikit memikirkan pengaruh suasana hati, emosi, atau situasi terhadap keputusan konsumen. Mereka percaya bahwa pemasaran hanya merupakan ilmu ekonomi terapan, dan bahwa para konsumen adalah pengambil keputusan yang rasional, yang secara obyektif menilai barang dan jasa yang tersedia bagi mereka dan hanya memilih yang memberikan manfaat tertinggi dengan harga yang terendah.</p>
<p>Para peneliti konsumen sekarang ini menggunakan dua macam metodologi riset yang berbeda untuk mempelajari perilaku konsumen, yaitu :<br />
-	Riset Kuantitatif<br />
Bersifat desktiptif dan digunakan oleh para peneliti untuk memahami pengaruh berbagai masukan promosi terhadap konsumen, sehingga memungkinkan para marketer meramalkan perilaku konsumen.<br />
-	Riset Kualitatif<br />
Terdiri dari wawancara, kelompok focus, analisis kiasan, riset kolase, dan teknik proyeksi. Teknik-teknik ini terutama digunakan untuk memperoleh gagasan baru untuk kampanye promosi.</p>
<p>Perbandingan antara Positivisme dan Interpretivisme :<br />
TUJUAN<br />
Positivisme            Peramalan tindakan konsumen<br />
Interpretivisme      Memahami berbagai praktik konsumsi</p>
<p>METODOLOGI<br />
Positivisme            Kuantitatif<br />
Interpretivisme      Kualitatif</p>
<p>ASUMSI<br />
Positivisme<br />
•	 Rasionalitas<br />
•	 Sebab dan akibat perilaku dapat dikenali dan dipisahkan<br />
•	 Penyebab perilaku dapat dikenali<br />
•	 Peristiwa dapat diukur secara obyektif<br />
•	 Hasil riset dapat digeneralisasikan ke populasi yang lebih besar</p>
<p>Interpretivisme<br />
•	 Tidak ada kebenaran tunggal dan obyektif<br />
•	 Realitas adalah subyektif<br />
•	 Sebab dan akibat tidak dapat dipisahkan<br />
•	 Interaksi peneliti/responden mempengaruhi hasil riset<br />
•	 Hasil riset sering tidak digeneralisasikan ke populasi yang lebih besar</p>
<p>PROSES RISET KONSUMEN<br />
1)	Menentukan tujuan riset<br />
2)	Mengumpulkan dan mengevaluasi data sekunder<br />
3)	Merancang studi riset primer<br />
4)	Mengumpulkan data primer<br />
5)	Menganalisis data<br />
6)	Mempersiapkan laporan hasil riset<br />
MODEL PROSES RISET KONSUMEN</p>
<p>MENYUSUN TUJUAN RISET<br />
Langkah pertama dalam proses riset konsumen adalah menentukan tujuan studi. Menentukan tujuan studi merupakan hal penting bagi para manajer pemasaran dan peneliti untuk menentukan maksud dan tujuan studi, serta untuk menjamin agar rancangan riset itu tepat. Pernyataan tujuan yang dipertimbangkan secara teliti membantu menentukan jenis dan mutu informasi yang dibutuhkan.</p>
<p>MENGUMPULKAN DATA SEKUNDER<br />
Pencarian data sekunder biasanya mengiringi pernyataan tujuan. Informasi sekunder adalah setiap data yang dihasilkan oleh organisasi dari luar, data dari dalam perusahaan untuk studi sebelumnya. Hasil riset sekunder terkadang sudah memberikan pengertian yang cukup mengenai masalah yang ada sehingga dapat mengurangi kebutuhan akan riset primer. Sering data sekunder menjadi petunjuk dan pengaruh bagi rancangan riset primer.</p>
<p>MERANCANG RISET PRIMER<br />
Rancangan studi riset didasarkan pada tujuan studinya. Jika informasi deskriptif dibutuhkan, maka studi kuantitatif yang dilakukan; jika tujuannya adalah memperoleh gagasan baru, maka studi kualitatif yang dilakukan. Karena pendekatan untuk tiap-tiap jenis riset berbeda dari sudut metode pengumpulan data, rancangan sampel, dan macam alat pengumpulan data yang digunakan, tiap-tiap pendekatan riset dibahas secara terpisah sebagai berikut.</p>
<p>RANCANGAN PENELITIAN KUANTITATIF<br />
Metode Pengumpulan Data<br />
Ada tiga cara untuk mengumpulkan data primer dalam riset kuantitatif :<br />
-	Penelitian Observasi<br />
-	Eksperimentasi<br />
-	Survei</p>
<p>Instrumen Pengumpulan Data<br />
Instrumen pengumpulan data dikembangkan sebagai bagian dari desain riset untuk mengatur pengumpulan data dan untuk menjamin agar semua responden ditanya dengan pertanyaan yang sama dan dengan urutan yang sama.</p>
<p>Instrumen pengumpulan data meliputi :<br />
-	Daftar Pertanyaan<br />
-	Daftar Pernyataan Pandangan Pribadi<br />
-	Skala Sikap</p>
<p>RANCANGAN PENELITIAN KUALITATIF<br />
Metode Pengumpulan Data<br />
Pilihan teknik pengumpulan data untuk studi kualitatif meliputi :<br />
-	Wawancara yang Mendalam<br />
-	Kelompok Fokus<br />
-	Teknik Proyektif<br />
-	Analisis Kiasan</p>
<p>Penentuan Sampel<br />
SAMPEL PROBABILITAS<br />
•	Sampel acak sederhana<br />
•	Sampel acak sistematis<br />
•	Sampel acak bertingkat<br />
•	Sampel kelompok (daerah)</p>
<p>SAMPEL NONPROBABILITAS<br />
•	Sampel yang memudahkan<br />
•	Sampel yang ditentukan<br />
•	Sampel kuota</p>
<p>PENGUMPULAN DATA<br />
Sebagaimana sudah dinyatakan sebelumnya, studi kualitatif biasanya memerlukan para pakar ilmu pengetahuan soaial yang sangat terlatih untuk mengumpulkan data. Studi kuantitatif biasanya memerlukan staf lapangan yang dipekerjakan dan dilatih langsung oleh peneliti atau dikontrak dari perusahaan yang mengkhususkan diri dalam menyelenggarakan wawancara lapangan.</p>
<p>ANALISIS<br />
Pada riset kualitatif, moderator atau pelaksana tes biasanya menganalisis semua jawaban yang diterima. Pada riset kuantitatif, peneliti mengawasi analisis tersebut. Semua jawaban terbuka pertama-tama diubah menjadi kode dan diukur, kemudian ditabulasikan dan dianalisis dengan menggunakan program analisis canggih yang menghubungkan data menurut berbagai variabel yang dipilih dan mengelompokkan data menurut ciri-ciri demografis yang dipilih.</p>
<p>PERSIAPAN LAPORAN<br />
Pada riset kualitatif maupun kuantitatif, laporan riset memuat juga kesimpulan singkat mengenai hasil-hasil riset. Tergantung kepada penugasan dari manajemen pemasaran, laporan riset mungkin perlu atau tidak perlu memasukkan rekomendasi mengenai tindakan pemasaran. Isi laporan memuat uraian lengkap mengenai metodologi yang digunakan, dan, untuk riset kuantitatif, juga memuat berbaga</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mp120203070248.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mp120203070248.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mp120203070248.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mp120203070248.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mp120203070248.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mp120203070248.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mp120203070248.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mp120203070248.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mp120203070248.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mp120203070248.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mp120203070248.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mp120203070248.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mp120203070248.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mp120203070248.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mp120203070248.wordpress.com&amp;blog=13447049&amp;post=51&amp;subd=mp120203070248&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mp120203070248.wordpress.com/2010/05/17/praktika-perilaku-konsumen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3942b128109d3b55d82742ec0700d173?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mp120203070248</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengetahuan Produk</title>
		<link>http://mp120203070248.wordpress.com/2010/05/17/pengetahuan-produk/</link>
		<comments>http://mp120203070248.wordpress.com/2010/05/17/pengetahuan-produk/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 May 2010 03:54:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mp120203070248</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mp120203070248.wordpress.com/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[Manajemen Pengetahuan Produk Manajemen pengetahuan produk membantu organisasi membangun dan mempertahankan praktek terbaik dalam manajemen pengetahuan.Ada beberapa produk yang paling populer dari manajemen pengetahuan produk,antara lain:enterprise content dan kolaborasi,business process management,cari dan kategorisasi. Dalam produk kategori enterprise content dan kolaborasi ini mengintergrasikan manajemen aset digital,konten agregasi,dan distribusi.Mereka memungkinkan pengguna untuk mengakses memelihara dan aset digital [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mp120203070248.wordpress.com&amp;blog=13447049&amp;post=48&amp;subd=mp120203070248&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Manajemen Pengetahuan Produk</p>
<p>Manajemen pengetahuan produk membantu organisasi membangun dan mempertahankan praktek terbaik dalam manajemen pengetahuan.Ada beberapa produk yang paling populer dari manajemen pengetahuan produk,antara lain:enterprise content dan kolaborasi,business process management,cari dan kategorisasi.</p>
<p>Dalam produk kategori enterprise content dan kolaborasi ini mengintergrasikan manajemen aset digital,konten agregasi,dan distribusi.Mereka memungkinkan pengguna untuk mengakses memelihara dan aset digital kritis dalam alur kerja yang layak dan tepat di bawah kepala sehingga memudahkan pengguna lain untuk pencarian.Beberapa perusahaan menawarkan sistem dengan manajemen dokumen,otomasi proses bisnis,konten dam akses portal.beberapa produk canggih yang tersedia di pasar mengintergrasikan banyak potongan-potongan catatan manajemen,web publishing,inaging,alur kerja,manajemen pengetahuan,dan kolaborasi perangkat lunak.</p>
<p>Produk yang kedua adalah manajemen proses bisnis.Manajemen proses bisnis adalah perangkat lunak yang mengirimkan sebuah panduan untuk tertutup sistem back office ketika terjadi masalah atau pengecualian untuk mengatasi tantangan yang sedang berlangsung.Produk yang ketiga adalah cari dan kategori,statistik,dan struktural parameter.Sebagai hasilnya pengguna dapat mencari dokumen yang sangat khusus untuk acara,lokasi,orang dan fakta serta kata-kata dan konsep.Knowledge management memberikan informasi rinci tentang knowledge management software,sistem manajemen pengetahuan,manajemen pengetahuan peralatan dan banyak lagi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mp120203070248.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mp120203070248.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mp120203070248.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mp120203070248.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mp120203070248.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mp120203070248.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mp120203070248.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mp120203070248.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mp120203070248.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mp120203070248.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mp120203070248.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mp120203070248.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mp120203070248.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mp120203070248.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mp120203070248.wordpress.com&amp;blog=13447049&amp;post=48&amp;subd=mp120203070248&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mp120203070248.wordpress.com/2010/05/17/pengetahuan-produk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3942b128109d3b55d82742ec0700d173?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mp120203070248</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pemasaran Jasa</title>
		<link>http://mp120203070248.wordpress.com/2010/05/16/pemasaran-jasa/</link>
		<comments>http://mp120203070248.wordpress.com/2010/05/16/pemasaran-jasa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 May 2010 15:57:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mp120203070248</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mp120203070248.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Pengertian dan Karakteristik Jasa Definisi jasa belum digunakan secara luas oleh pemasar. Ini berkaitan dengan sulitnya diketahui batasan-batasan yang jelas antara organisasi atau unit usaha yang menjadi bagian dari penyaluran barang dengan organisasi yang yang menawarkan jasa. Dengan demikian jasa, khususnya yang menyangkut jasa pertukaran dapat didefinisikan sebagai : Jasa adalah barang yang tidak kentara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mp120203070248.wordpress.com&amp;blog=13447049&amp;post=44&amp;subd=mp120203070248&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pengertian dan Karakteristik Jasa</strong></p>
<p>Definisi jasa belum digunakan secara luas oleh pemasar. Ini berkaitan dengan sulitnya diketahui batasan-batasan yang jelas antara organisasi atau unit usaha yang menjadi bagian dari penyaluran barang dengan organisasi yang yang menawarkan jasa.</p>
<p>Dengan demikian jasa, khususnya yang menyangkut jasa pertukaran dapat didefinisikan sebagai :</p>
<p><em>Jasa adalah barang yang tidak kentara (intangible product) yang dibeli dan dijual di pasar melalui suatu transaksi pertukaran yang saling memuaskan</em> (Swasta, 1996).</p>
<p>Unsur penting dalam pengertian tersebut adalah bahwa jasa merupakan suatu produk yang tidak kentara, artinya barang yang dipertukarkan dengan uang adalah suatu yang tidak berwujud. Jasa juga merupakan produk yang tidak bisa ditimbun atau ditumpuk dalam suatu gudang sambil menunggu penjualan. Penyaluran jasa kebanyakannya langsung dari produsen ke konsumen.</p>
<p>Produk jasa ini banyak macam dan jenisnya. Secara umum ada perbedaan antara barang dan jasa yang dapat dilihat, misalnya, pembelian jasa dipengaruhi oleh motif dan emosi, jasa tidak berwujud, bersifat tidak tahan lama, tidak dapat disimpan, mementingkan unsur manusia, distribusi langsung, tidak memiliki standar dan keseragaman serta jasa tidak terlalu mementingkan adanya peramalan permintaan.</p>
<p>Menurut Alma (1992) konsep tidak berwujud pada jasa mengandung dua arti yang keduanya merupakan tantangan bagi pemasaran, yaitu :</p>
<ul>
<li>sesuatu yang tidak dapat disentuh, tidak dapat dipahami.</li>
<li>Sesuatu yang tidak dapat didefinisikan, tidak mudah diformulasikan</li>
</ul>
<p>Untuk pemasaran jasa ini diperlukan pemikiran yang lebih jauh bagi para pelaksana dibandingkan dengan pemasaran barang.</p>
<p><strong>Sifat – Sifat Khusus Pemasaran Jasa</strong></p>
<p>Dalam pelaksanaan pemaaran jasa oleh pemasar, ada sifat khusus yang membedakan pemasaran jasa dengan pemasaran barang. Sifat khusus tersebut menurut Alma (1992) adalah sebagai berikut :</p>
<p>a. Menyesuaikan dengan selera konsumen</p>
<p>Gejala ini ditandai dengan pasar pembeli yang lebih dominan dalam suasana pasaran jasa. Kualitas jasa yang ditawarkan tidak dapat dipisahkan dari mutu yang menyediakan jasa. Dalam industri dengan tingkat hubungan yang tinggi, pengusaha harus memperhatikan hal-hal yang bersifat internal dengan cara memelihara tenaga kerja dan mempekerjakan tenaga sebaik mungkin. Inilah yang sering disebut dengan <em>internal marketing</em>, yaitu penerapan prinsip marketing terhadap pegawai dalam perusahaan.</p>
<p>b. Keberhasilan pemasaran jasa dipengaruhi oleh jumlah pendapatan penduduk.</p>
<p>Dalam kenyataan, makin maju suatu negara akan semakin banyak permintaan akan jasa. Ini ada hubungannya dengan hirarki kebutuhan manusia, yaitu kebutuhan akan jasa. Masyarakat yang belum banyak menggunakan jasa dapat dikatakan bahwa pendapatan masyarakat tersebut belum merata.</p>
<p>c. Pada pemasaran jasa tidak ada pelaksanaan fungsi penyimpanan.</p>
<p>Tidak ada jasa yang dapat disimpan. Jasa diproduksi bersamaan waktunya dengan mengkonsumsi jasa tersebut.</p>
<p>d. Mutu jasa dipengaruhi oleh benda berwujud sebagai pelengkapnya.</p>
<p>Karena jasa adalah suatu produk yang tidak berwujud maka konsumen akan memperhatikan benda berwujud yang memberikan pelayanan sebagai patokan terhadap kualitas jasa yang ditawarkan.</p>
<p>e. Saluran distribusi dalam pemasaran jasa tidak terlalu penting.</p>
<p>Ini disebabkan dalam pemasaran jasa perantara tidak digunakan. Akan tetapi ada type pemasaran tertentu yang menggunakan agen sebagai perantara.</p>
<p><strong>Pengertian Perilaku Konsumen</strong></p>
<p>Perilaku konsumen memiliki kepentingan khusus bagi orang yang dengan berbagai alasan berhasrat untuk mempengaruhi atau mengubah perilaku tersebut, termasuk orang yang kepentingan utamanya adalah pemasaran. Tidak mengherankan jika studi tentang perilaku konsumen ini memiliki akar utama dalam bidang ekonomi dan terlebih lagi dalam pemasaran.</p>
<p>Dengan demikian, perilaku konsumen menurut Engel (1994) adalah sebagai berikut :</p>
<p><em>Perilaku konsumen merupakan tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan ini.</em></p>
<p>Subyek ini dapat diancangi dari beberapa prespektif, yaitu : pengaruh konsumen, menyeluruh dan antarbudaya.</p>
<p>Penelitian terhadap motivasi dan perilaku konsumen mendapat arti dalam masyarakat komtemporer di dunia. Ada pula perspektif yang lebih menyeluruh dan memfokuskan pada upaya studi konsumsi untuk mengerti bagaimana manusia berpikir dan berperilaku dalam kegiatan hidup. Pemasar yang berusaha mempengaruhi perilaku konsumen terletak pada premis konsumen adalah raja, motivasi dan perilaku konsumen dapat dimengerti melalui penelitian, perilaku konsumen dapat dipengaruhi melalui kegiatan persuasive yang menanggapi konsumen secara serius sebagai pihak yang berkuasa dan dengan maksud tertentu serta pengaruh konsumen memiliki hasil yang menguntungkan secara social asalkan pengamanan hokum, etika, dan moral berada pada tempatnya untuk mengekang upaya manipulasi (Engel, 1994).</p>
<p><strong>Pengertian Citra</strong></p>
<p>Konsumen dalam membeli dan mengkonsumsi sesuatu bukan hanya mengharapkan sekedar barang saja, akan tetapi ada sesuatu yang lain. Sesuatu yang lain itu sesuai dengan citra yang terbentuk dalam dirinya. Suatu perusahaan berkepentingan untuk memberikan informasi kepada publik agar dapat membentuk citra yang baik.</p>
<p>Ada pepatah yang mengatakan bahwa citra merupakan poin awal untuk sukses dalam pemasaran. Istilah citra atau <em>image</em> ini mulai popular pada tahun 1950-an dalam konteks organisasi, perusahaan, nasional dan sebagainya.</p>
<p>Citra tidak dapat dibuat seperti barang dalam suatu pabrik, akan tetapi citra adalah kesan yang diperoleh sesuai dengan pemahaman dan pengetahuan seseorang terhadap sesuatu. Citra yang ada pada perusahaan terbentuk dari bagaimana perusahaan tersebut melakukan kegiatan operasionalnya yang mempunyai landasan utama pada segi pelayanan.</p>
<p>Suatu perusahaan harus mampu untuk melihat sendiri bagaimana citra yang ditampilkan kepada masyarakat yang dilayani. Perusahaan juga harus bisa memberikan suatu evaluasi apakah citra yang diberikan telah sesuai dengan yang diharapkan atau jika perlu ditingkatkan lagi.</p>
<p>Jadi citra ini dibentuk berdasarkan impresi atau pengalaman yang dialami oleh seseorang terhadap sesuatu, sehingga pada akhirnya membangun suatu sikap mental. Sikap mental ini nantinya akan dipakai sebagai pertimbangan untuk mengambil keputusan karena citra dianggap mewakili totalitas pengetahuan seseorang terhadap sesuatu.</p>
<p>Dengan demikian menurut Alma (1992) citra adalah :</p>
<p><em>Image is the impression, feeling, the conception which the public has of a company, a conditionally created impression of an object, person or organization atau citra adalah kesan, impresi, perasaan atau konsepsi yang ada pada publik mengenai perusahaan, mengenai suatu obyek, orang atau lembaga.</em></p>
<p><strong>Ciri – Ciri Pembentuk Citra</strong></p>
<p>Ciri-ciri produk atau jasa yang membentuk suatu citra berkaitan dengan unsur-unsur kegiatan pemasaran. Ciri-ciri pembentuk citra yang sering bersinggungan dengan kegiatan pemasaran, misalnya, merek, desain produk atau jasa, pelayanan, label dan lain sebagainya. Program yang baik dalam suatu perencanaan dalam pengembangan produk atau jasa tidak akan lupa untuk mencantumkan kegiatan perusahaan yang mencakup ciri pembentuk citra untuk produk dan jasa atau perusahaannya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mp120203070248.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mp120203070248.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mp120203070248.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mp120203070248.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mp120203070248.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mp120203070248.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mp120203070248.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mp120203070248.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mp120203070248.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mp120203070248.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mp120203070248.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mp120203070248.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mp120203070248.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mp120203070248.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mp120203070248.wordpress.com&amp;blog=13447049&amp;post=44&amp;subd=mp120203070248&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mp120203070248.wordpress.com/2010/05/16/pemasaran-jasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3942b128109d3b55d82742ec0700d173?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mp120203070248</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manajemen Pemasaran</title>
		<link>http://mp120203070248.wordpress.com/2010/05/16/manajemen-pemasaran/</link>
		<comments>http://mp120203070248.wordpress.com/2010/05/16/manajemen-pemasaran/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 May 2010 15:54:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mp120203070248</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mp120203070248.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Pemasaran Pengertian Pemasaran menurut Stanton adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa untuk memuaskan kebutuhan, baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial (Stanton, 1997). Pengertian tersebut dapat memberikan gambaran bahwa pemasaran sebagai suatu sistem dari kegiatan-kegiatan yang saling berhubungan, ditujukan untuk merencanakan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mp120203070248.wordpress.com&amp;blog=13447049&amp;post=42&amp;subd=mp120203070248&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p>Pemasaran</p>
</div>
<div>
<div>Pengertian Pemasaran menurut Stanton adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa untuk memuaskan kebutuhan, baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial (Stanton, 1997).<br />
Pengertian tersebut dapat memberikan gambaran bahwa pemasaran sebagai suatu sistem dari kegiatan-kegiatan yang saling berhubungan, ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang/jasa kepada pembeli secara individual maupun kelompok pembeli. Kegiatan-kegiatan tersebut beroperasi dalam suatu lingkungan yang dibatasi sumber-sumber dari perusahaan itu sendiri, peraturan-peraturan, maupun konsekuensi sosial perusahaan.<br />
Pengertian pemasaran menurut Kotler (2000: 8), pemasaran adalah proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk dengan pihak lain. Dalam hal ini pemasaran merupakan proses pertemuan antara individu dan kelompok dimana masing-masing pihak ingin mendapatkan apa yang mereka butuhkan/inginkan melalui tahap menciptakan, menawarkan, dan pertukaran.<br />
Definisi pemasaran tersebut berdasarkan pada prinsip inti yang meliputi: kebutuhan (needs), produk (goods, services and idea), permintaan (demands), nilai, biaya, kepuasan, pertukaran, transaksi, hubungan, dan jaringan, pasar, pemasar, serta prospek.<br />
Terdapat dua faktor yang mempengaruhi cara dan keberhasilan perusahaan terhadap pemasarannya, yaitu: (1) Lingkungan Eksternal Sistem Pemasaran. Lingkungan ini tidak dapat dikendalikan perusahaan, misalnya kebebasan masyarakat dalam menerima atau menolak produk perusahaan, politik dan peraturan pemerintah, keadaan perekonomian, kependudukan serta munculnya pesaing; (2) Variabel Internal Sistem Pemasaran. Variabel ini dapat dikendalikan oleh perusahaan, terdiri atas dua kelompok, yaitu sumber bukan pemasaran (kemampuan produksi, keuangan, dan personal) dan komponen-komponen bauran pemasaran yang meliputi: produk, harga, promosi, dan distribusi (Swastha, 2002).</p>
<p>Pengertian Perilaku Konsumen<br />
Perilaku Konsumen adalah kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan menggunakan barang dan jasa termasuk di dalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan-kegiatan tersebut (Swastha dkk., 1997).<br />
Perilaku konsumen mempelajari di mana, dalam kondisi macam apa, dan bagaimana kebiasaan seseorang membeli produk tertentu dengan merk tertentu. Kesemuanya ini sangat membantu manajer pemasaran di dalam menyusun kebijaksanaan pemasaran perusahaan. Proses pengambilan keputusan pembelian suatu barang atau jasa akan melibatkan berbagai pihak, sesuai dengan peran masing-masing. Peran yang dilakukan tersebut adalah: (1) Initiator, adalah individu yang mempunyai inisiatif pembelian barang tertentu; (2) Influencer, adalah individu yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Informasi mengenai kriteria yang diberikan akan dipertimbangkan baik secara sengaja atau tidak; (3) Decider, adalah yang memutuskan apakah akan membeli atau tidak, apa yang akan dibeli, bagaimana membelinya; (4) Buyer, adalah individu yang melakukan transaksi pembelian sesungguhnya; (5) User, yaitu individu yang mempergunakan produk atau jasa yang dibeli.<br />
Banyak faktor yang mempengaruhi seseorang melakukan pembelian terhadap suatu produk. Manajemen perlu mempelajari faktor-faktor tersebut agar program pemasarannya dapat lebih berhasil. Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah faktor ekonomi, psikologis, sosiologis dan antropologis.<br />
Alasan mengapa seseorang membeli produk tertentu atau alasan mengapa membeli pada penjual tertentu akan merupakan faktor yang sangat penting bagi perusahaan dalam menentukan desain produk, harga, saluran distribusi, dan program promosi yang efektif, serta beberapa aspek lain dari program pemasaran perusahaan.<br />
Adapun beberapa teori perilaku konsumen adalah sebagai berikut: (1) Teori Ekonomi Mikro. Teori ini beranggapan bahwa setiap konsumen akan berusaha memperoleh kepuasan maksimal. Mereka akan berupaya meneruskan pembeliannya terhadap suatu produk apabila memperoleh kepuasan dari produk yang telah dikonsumsinya, di mana kepuasan ini sebanding atau lebih besar dengan marginal utility yang diturunkan dari pengeluaran yang sama untuk beberapa produk yang lain; (2) Teori Psikologis. Teori ini mendasarkan diri pada faktor-faktor psikologis individu yang dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan lingkungan. Bidang psikologis ini sangat kompleks dalam menganalisa perilaku konsumen, karena proses mental tidak dapat diamati secara langsung; (3) Teori Antropologis. Teori ini juga menekankan perilaku pembelian dari suatu kelompok masyarakat yang ruang lingkupnya sangat luas, seperti kebudayaan, kelas-kelas sosial dan sebagainya.</p></div>
</div>
<div id="main-wrapper">
<div id="main">
<div id="Blog1">
<div><!-- google_ad_section_start(name=default) --></div>
</div>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mp120203070248.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mp120203070248.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mp120203070248.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mp120203070248.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mp120203070248.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mp120203070248.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mp120203070248.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mp120203070248.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mp120203070248.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mp120203070248.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mp120203070248.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mp120203070248.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mp120203070248.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mp120203070248.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mp120203070248.wordpress.com&amp;blog=13447049&amp;post=42&amp;subd=mp120203070248&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mp120203070248.wordpress.com/2010/05/16/manajemen-pemasaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3942b128109d3b55d82742ec0700d173?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mp120203070248</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kewirausahaan</title>
		<link>http://mp120203070248.wordpress.com/2010/05/16/kewirausahaan/</link>
		<comments>http://mp120203070248.wordpress.com/2010/05/16/kewirausahaan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 May 2010 15:49:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mp120203070248</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mp120203070248.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Pengertian dan Teori Kewirausahaan Ketika mata kiri melirik ke SAP online dan mata kanan ke kalendar akademik, …..waduh cilaka ternyata jatah ngajar sebelum UTS tinggal satu kali pertemuan lagi. Padahal materi yang diberikan masih lumayan banyak. Saya pun buru-buru berburu bahan ajar terburu eh terbaru, atau setidak-tidaknya me-review kembali beberapa bahan ajar yang sudah diunggah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mp120203070248.wordpress.com&amp;blog=13447049&amp;post=39&amp;subd=mp120203070248&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><a title="Permanent Link: Pengertian dan Teori Kewirausahaan" rel="bookmark" href="http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/bhermana/2008/04/05/sejarah-dan-teori-kewirausahaan/">Pengertian dan Teori Kewirausahaan</a></h2>
<p>Ketika mata kiri melirik ke <a title="sap online" href="http://sap.gunadarma.ac.id/">SAP online</a> dan mata kanan ke <a title="Baak Online" href="http://baak.gunadarma.ac.id/">kalendar akademik</a>, …..waduh cilaka ternyata jatah ngajar sebelum UTS tinggal satu kali pertemuan lagi. Padahal materi yang diberikan masih lumayan banyak. Saya pun buru-buru berburu bahan ajar terburu eh terbaru, atau setidak-tidaknya me-review kembali beberapa bahan ajar yang sudah diunggah ke <a title="websituku" href="http://staffsite.gunadarma.ac.id/bhermana">staffsiteku</a>. Tulisan ini akan memaparkan tentang sejarah teori kewirausahaan, yang konsepnya sudah disebut-sebut dari zaman “baheula”, diantaranya oleh Jean Baptista Say dan Richard Cantillon pada awal abad ke-18.</p>
<p><strong> Pengertian Kewirausahaan</strong></p>
<p>Istilah entrepreneur pertama kali diperkenalkan pada awal abad ke-18 oleh ekonom Perancis, Richard Cantillon. Menurutnya, entrepreneur adalah “agent who buys means of production at certain prices in order to combine them”. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, ekonom Perancis lainnya- Jean Baptista Say menambahkan definisi Cantillon dengan konsep entrepreneur sebagai pemimpin. Say menyatakan bahwa entrepreneur adalah seseorang yang membawa orang lain bersama-sama untuk membangun sebuah organ produktif.</p>
<p>Pengertian kewirausahaan relatif berbeda-beda antar para ahli/sumber acuan dengan titik berat perhatian atau penekanan yang berbeda-beda, diantaranya adalah penciptaan organisasi baru (Gartner, 1988), menjalankan kombinasi (kegiatan) yang baru (Schumpeter, 1934), ekplorasi berbagai peluang (Kirzner, 1973), menghadapi ketidakpastian (Knight, 1921), dan mendapatkan secara bersama faktor-faktor produksi (Say, 1803). Beberapa definisi tentang kewirausahaan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:</p>
<p>Jean Baptista Say (1816): Seorang wirausahawan adalah agen yang menyatukan berbagai alat-alat produksi dan menemukan nilai dari produksinya.</p>
<p>Frank Knight (1921): Wirausahawan mencoba untuk memprediksi dan menyikapi perubahan pasar. Definisi ini menekankan pada peranan wirausahawan dalam menghadapi ketidakpastian pada dinamika pasar. Seorang worausahawan disyaratkan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajerial mendasar seperti pengarahan dan pengawasan.</p>
<p>Joseph Schumpeter (1934): Wirausahawan adalah seorang inovator yang mengimplementasikan perubahan-perubahan di dalam pasar melalui kombinasi-kombinasi baru. Kombinasi baru tersebut bisa dalam bentuk (1) memperkenalkan produk baru atau dengan kualitas baru, (2) memperkenalkan metoda produksi baru, (3) membuka pasar yang baru (new market), (4) Memperoleh sumber pasokan baru dari bahan atau komponen baru, atau (5) menjalankan organisasi baru pada suatu industri. Schumpeter mengkaitkan wirausaha dengan konsep inovasi yang diterapkan dalam konteks bisnis serta mengkaitkannya dengan kombinasi sumber daya.</p>
<p>Penrose (1963): Kegiatan kewirausahaan mencakup indentifikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi. Kapasitas atau kemampuan manajerial berbeda dengan kapasitas kewirausahaan.</p>
<p>Harvey Leibenstein (1968, 1979): Kewirausahaan mencakup kegiatan-kegiatann yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya.</p>
<p>Israel Kirzner (1979): Wirausahawan mengenali dan bertindak terhadap peluang pasar. Entrepreneurship Center at Miami University of Ohio: Kewirausahaan sebagai proses mengidentifikasi, mengembangkaan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasila akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi resiko atau ketidakpastian. Salah satu kesimpulan yang bisa ditarik dari berbagai pengertian tersebut adalah bahwa kewirausahaan dipandang sebagai fungsi yang mencakup eksploitasi peluang-peluang yang muncul di pasar. Eksploitasi tersebut sebagian besar berhubungan dengan pengarahan dan atau kombinasi input yang produktif. Seorang wirausahawan selalu diharuskan menghadapi resiko atau peluang yang muncul, serta sering dikaitkan dengan tindakan yang kreatif dan innovatif. Selain itu, seorang wirausahawan menjalankan peranan manajerial dalam kegiatannya, tetapi manajemen rutin pada operasi yang sedang berjalan tidak digolongkan sebagai kewirausahaan. Seorang individu mungkin menunjukkan fungsi kewirausahaan ketika membentuk sebuah organisasi, tetapi selanjutnya menjalankan fungsi manajerial tanpa menjalankan fungsi kewirausahaannya. Jadi kewirausahaan bisa bersifat sementara atau kondisional.</p>
<p><strong>Teori Kewirausahaan</strong></p>
<p>Sebelum memaparkan teori kewirausahaan, terlebih dahulu saya mengulas pengertian “teori”. Maksudnya sekalian menyegarkan ingatan saya sendiri sih, kan semester ini mengajar metodologi penelitian juga hehehe. Kita biasanya menggunakan teori untuk menjelaskan sebuah fenomena. Fenomena yang akan dijelaskan disini adalah kehadiran entrepreneurship yang mempunyai kontribusi besar dalam pengembangan ekonomi. Teori tersebut terdiri dari konsep dan konstruk, nah lho apa ya beda kedua istilah tersebut? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Teori adalah “sekumpulan konstruk (konsep), definisi, dan proposisi yang saling berhubungan” yang menunjukkan pandangan sistematis terhadap sebuah fenomena dengan merinci hubungan antar variabel, dengan tujuan untuk menerangkan dan memprediksi fenomena. Mari kita lihat beberapa teori yang menjelaskan dan memprediksi fenomena mengenai kewirausahaan.</p>
<p><strong>Neo Klasik</strong>, teori ini memandang perusahaan sebagai sebuah istilag teknologis, dimana manajemen (individu-individu) hanya mengetahui biaya dan penerimaan perusahaan dan sekedar melakukan kalkulasi matematis untuk menentukan nilai optimal dari variabel keputusan. Hmmm, jadi individu hanya bertindak sebagai “kalkulator pasif” yang kontribusinya relatif kecil terhadap perusahaan. Kasihan bener ya tapi Masa sih? …… Jadi pendekatan neoklasik tidak cukup mampu untuk menjelaskan isu mengenai kewirausahaan. Kata Grebel dkk, “There is no space for an entrepreneur in neoclassical theory”. Nah loh, jadi dimana letak teori kewirausahaannya dong? Tapi sebagai titik awal masih bermanfaat juga kok. Kan konsep perusahaan (the firm) yang dijelaskan dalam Neo Klasik masih mengakui juga keberadaan pihak manajemen atau individu-individu. Dan individu inilah yang nantinya berperan sebagai entrepreneur atau intrapreneur, yang akan dijelaskan pada teori-teori selanjutnya.</p>
<p><strong>Schumpeter’s entrepreneur</strong>, kajian schumpeter lebih banyak dipengaruhi oleh kajian kritisnya terhadap teori keseimbangan (equilibrium theory)-nya Walras. Waduh…. harus mengulang kembali berbagai teori-teori ekonomi nih hehehe. Menurut beliau, untuk mencapai keseimbangan diperlukan tindakan dan keputusan aktor (pelaku) ekonomi yang harus berulang-ulang dengan “cara yang sama” sampai mencapai keseimbangan. Jadi kata kuncinya “berulang dengan cara yang sama”, yang menurut Schumpeter disebut “situasi statis”, dan situasi tersebut tidak akan membawa perubahan. Hmmm agak jelimet juga nih. Saya mencoba membuat interpretasi lain terhadap pernyataan teoritis tersebut, “<em>Orang-orang yang statis atau bertindak seperti kebanyakan orang tidak akan membawa perubahan</em>“. Schumpeter berupaya melakukan investigasi terhadap dinamika di balik perubahan ekonomi yang diamatinya secara empiris. Singkat cerita, akhirnya beliau menemukan unsur eksplanatory-nya yang disebut “<strong><em>inovasi</em></strong>“. Dan aktor ekonomi yang membawa inovasi tersebut disebut <em><strong>entrepeneur</strong></em>. Jadi entrepreneur adalah pelaku ekonomi yang inovatif yang akan membuat perubahan. Hmmmm, begitulah “warisan” dari Om Schumpeter hehehe.</p>
<p><strong>Austrian School</strong>, Mengutip Adaman dan Devine (2000), masalah ekonomi mencakup mobilisasi sosial dari pengetahuan yang tersembunyi (belum diketahui umum) yang terfragmentasi dan tersebar melalui interaksi dari kegiatan para entrepreneur yang bersiang. Hmmmmmm…… tambah bingung nih. Ada dua konsep utama disini yaitu pengetahuan tersembunyi (orang lain belum tahu) yang dikaji oleh Hayek dan kewirausahaan oleh Mises. Intinya mobilisasi sosial dari pengetahuan tersebut terjadi melalui tindakan entrepreneural. Dan seorang entrepreneur akan mengarahkan usahanya untuk mencapai potensi keuntungan dan dengan demikian mereka mengetahui apa yang mungkin atau tidak mungkin mereka lakukan. Oooohhh begitu toh, jadi artinya seorang entrepreneur itu harus selalu mengetahui pengetahuan (atau informasi) baru (dimana orang banyak belum mengetahuinya). Dan pengetahuan atau informasi baru tersebut dimanfaatkan untuk memperoleh keuntungan. Wah beda-beda tipis ya dengan schumpeter dengan konsep inovasinya. Kan dengan inovasi juga kita bisa mendapatkan pengetahuan, informasi, bahkan teknologi baru.</p>
<p>Penemuan pengetahuan tersembunyi merupakan proses perubahan yang berkelanjutan. Dan proses inilah yang merupakan titik awal dari pendekatan Austrian terhadap kewirausahaan. Ketika dunia dipenuhi ketidakpastian, proses tersebut kadang mengalami sukses dan gagal (hmmm memang begitu adanya ya hehehe). Namun seorang entrepreneur selalu berusaha memperbaiki kesalahannya. Wah kalo begitu sih, ternyata orang tua Saya sudah memahami Austrian Sholl ini dong. Buktinya mereka sering berkata:”Kegagalan itu adalah sukses yang tertunda”, “Belajarlah dari kesalahan”, atau “Hanya keledai lah yang terperosok dua kali” hehehe. Kasihan bener ya keledai  Padahal “keledai” yang berjumpalitan beberapa kali (gagal dan gagal lagi) akhirnya bisa juga menemukan kesuksesan, itulah seorang entrepreneur.</p>
<p><em><strong>Kirzerian Entrepreneur</strong></em>, Kirzer memakai pandangannya Misesian tentang “human action” dalam menganalisis peranan entrepreneural. Singkat kata, unsur entrepreneur dalam pengambilan keputusan manusia dikemukan oleh Om Kirzer ini lho. Wah beliau ini pasti setuju deh dengan jargon “the man behind the gun” ya hehehe. Menurut beliau, “knowing where to look knowledge”. Dan dengan memanfaatkan pengetahuan yang superior inilah seorang entrepreneur bisa menghasilkan keuntungan. Petuah lain dari beliau adalah “<em>This insight is simply that for any entrepreneurial discovery creativity is<br />
never enough: it is necessary to recognize one’s own creativity</em>“.</p>
<p>Sebenarnya masih banyak sih “petuah-petuah” beliau ini, terutama dikaitkan dengan teori-teori ekonomi sebelumnya, termasuk tanggapannya terhadap teori keseimbangan dari neo klasik. Tapi cukup sudahlah, toh mata kuliah entrepreneurship tidak akan terlalu berat di teori kok. Nanti mahasiswa pada protes lagi, “Pak kok belajar teori mulu nih, kapan kita bisa berlatih menjadi seorang entrepreneur nih!!”. Makanya di kelas kita  lebih banyak berlatih bagaimana membuat proposal bisnis serta berlatih kreaivitas dan inovasi melalui penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (disain brosur, e-marketing, teknik presentasi, dll). Lagian, teori-teori di atas lebih banyak dikaitkan dengan teori ekonomi.</p>
<p><strong>Teori Entrepreneur dari perspektif individu </strong></p>
<p>Berikutnya saya tetap “maksa” untuk mengulas teori kewirausahaan dari perspektif individunya. Toh kuliah kewirausahaan di perguruan tinggi tidak hanya “melulu” soal praktek berwirausaha. Masa sih semua mahasiswa yang ikut kuliah kewirausahaan akhirnya menjadi entrepreneur semua (syukur juga sih kalo memang iya). Bisa saja sebagian diantaranya menjadi peneliti tentang kewirausahaan atau pengamat kewirausahaan hehehe. Jadi dengan sangat menyesal saya akan mencoba mengulas beberapa teori atau model yang dihubungkan dengan karakteristik individu seorang entrepreneur. Beberapa di antaranya adalah (1) <strong><em>life path change</em></strong>, (2) <strong><em>Goal Directed Behaviour</em></strong>, dan (3) <strong><em>Outcome expectancy</em></strong>.</p>
<p>Kenapa hanya tiga teori atau model tersebut? Memang ketiga model itulah yang tercantum dalam Satuan Acara Perkuliahan untuk Mata Kuliah Kewirausahaan. Sebagai dosen yang (masih berusaha) baik, saya kan harus <em>manut</em> <em>kan</em> dengan rambu-rambu dari universitas hehehe. &lt; Tapi sekarang saya mau ngopi dulu ah, dah cape juga nih nulisnya&gt;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mp120203070248.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mp120203070248.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mp120203070248.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mp120203070248.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mp120203070248.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mp120203070248.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mp120203070248.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mp120203070248.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mp120203070248.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mp120203070248.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mp120203070248.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mp120203070248.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mp120203070248.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mp120203070248.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mp120203070248.wordpress.com&amp;blog=13447049&amp;post=39&amp;subd=mp120203070248&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mp120203070248.wordpress.com/2010/05/16/kewirausahaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3942b128109d3b55d82742ec0700d173?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mp120203070248</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ekonomi Mikro</title>
		<link>http://mp120203070248.wordpress.com/2010/05/16/ekonomi-mikro/</link>
		<comments>http://mp120203070248.wordpress.com/2010/05/16/ekonomi-mikro/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 May 2010 15:46:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mp120203070248</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mp120203070248.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu tujuan ekonomi mikro adalah menganalisa pasar beserta mekanismenya yang membentuk harga relatif kepada produk dan jasa, dan alokasi dari sumber terbatas diantara banyak penggunaan alternatif. Ekonomi mikro menganalisa kegagalan pasar, yaitu ketika pasar gagal dalam memproduksi hasil yang efisien; serta menjelaskan berbagai kondisi teoritis yang dibutuhkan bagi suatu pasar persaingan sempurna. Bidang-bidang penelitian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mp120203070248.wordpress.com&amp;blog=13447049&amp;post=36&amp;subd=mp120203070248&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu tujuan ekonomi mikro adalah menganalisa <a title="Pasar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pasar">pasar</a> beserta mekanismenya yang membentuk harga relatif kepada produk dan jasa, dan alokasi dari sumber terbatas diantara banyak penggunaan alternatif. Ekonomi mikro menganalisa <a title="Kegagalan pasar (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kegagalan_pasar&amp;action=edit&amp;redlink=1">kegagalan pasar</a>, yaitu ketika pasar gagal dalam memproduksi hasil yang efisien; serta menjelaskan berbagai kondisi teoritis yang dibutuhkan bagi suatu <a title="Pasar persaingan sempurna" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pasar_persaingan_sempurna">pasar persaingan sempurna</a>. Bidang-bidang penelitian yang penting dalam ekonomi mikro, meliputi pembahasan mengenai keseimbangan umum (general equilibrium), keadaan pasar dalam <a title="Informasi asimetris (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Informasi_asimetris&amp;action=edit&amp;redlink=1">informasi asimetris</a>, pilihan dalam situasi <a title="Ketidakpastian (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ketidakpastian&amp;action=edit&amp;redlink=1">ketidakpastian</a>, serta berbagai aplikasi ekonomi dari <a title="Teori permainan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teori_permainan">teori permainan</a>. Juga mendapat perhatian ialah pembahasan mengenai <a title="Elastisitas (ekonomi)" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Elastisitas_%28ekonomi%29">elastisitas</a> produk dalam sistem pasar.</p>
<h2>Asumsi dan definisi</h2>
<p>Teori <a title="Penawaran dan permintaan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Penawaran_dan_permintaan">penawaran dan permintaan</a> biasanya mengasumsikan bahwa pasar merupakan <a title="Pasar persaingan sempurna" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pasar_persaingan_sempurna">pasar persaingan sempurna</a>. Implikasinya ialah terdapat banyak pembeli dan penjual di dalam pasar, dan tidak satupun diantara mereka memiliki kapasitas untuk mempengaruhi harga barang dan jasa secara signifikan. Dalam berbagai transaksi di kehidupan nyata, asumsi ini ternyata gagal, karena beberapa individu (baik pembeli maupun penjual) memiliki kemampuan untuk mempengaruhi harga. Seringkali, dibutuhkan analisa yang lebih mendalam untuk memahami persamaan penawaran-permintaan terhadap suatu barang. Bagaimanapun, teori ini bekerja dengan baik dalam situasi yang sederhana.</p>
<p><a title="Ekonomi arus utama (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ekonomi_arus_utama&amp;action=edit&amp;redlink=1">Ekonomi arus utama</a> (<em>mainstream economics</em>) tidak berasumsi <em>apriori</em> bahwa pasar lebih disukai daripada bentuk organisasi sosial lainnya. Bahkan, banyak analisa telah dilakukan untuk membahas beragam kasus yang disebut &#8220;<a title="Kegagalan pasar (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kegagalan_pasar&amp;action=edit&amp;redlink=1">kegagalan pasar</a>&#8220;, yang mengarah pada alokasi sumber daya yang suboptimal, bila ditinjau dari sudut pandang tertentu (contoh sederhananya ialah jalan tol, yang menguntungkan semua orang untuk digunakan tetapi tidak langsung menguntungkan mereka untuk membiayainya). Dalam kasus ini, ekonom akan berusaha untuk mencari kebijakan yang akan menghindari kesia-siaan langsung di bawah kendali pemerintah, secara tidak langsung oleh regulasi yang membuat pengguna pasar untuk bertindak sesuai norma konsisten dengan kesejahteraan optimal, atau dengan membuat &#8220;<a title="Pasar yang hilang (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pasar_yang_hilang&amp;action=edit&amp;redlink=1">pasar yang hilang</a>&#8221; untuk memungkinkan perdagangan efisien dimana tidak ada yang pernah terjadi sebelumnya. Hal ini dipelajari di bidang <a title="Tindakan kolektif (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tindakan_kolektif&amp;action=edit&amp;redlink=1">tindakan kolektif</a>. Harus dicatat juga bahwa &#8220;kesejahteraan optimal&#8221; biasanya memakai norma Pareto, dimana dalam aplikasi matematisnya <a title="Efisiensi Kaldor-Hicks (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Efisiensi_Kaldor-Hicks&amp;action=edit&amp;redlink=1">efisiensi Kaldor-Hicks</a>, tidak konsisten dnegan norma utilitarian dalam sisi normatif dari ekonomi yang mempelajari tindakan kolektif, disebut pilihan masyarakat/publik. Kegagalan pasar dalam ekonomi positif (ekonomi mikro) dibatasi dalam implikasi tanpa mencampurkan kepercayaan para ekonom dan teorinya.</p>
<p>Permintaan untuk berbagai komoditas oleh perorangan biasanya disebut sebagai hasil dari proses maksimalisasi kepuasan. Penafsiran dari hubungan antara harga dan kuantitas yang diminta dari barang yang diberi, memberi semua barang dan jasa yang lain, pilihan pengaturan seperti inilah yang akan memberikan kebahagiaan tertinggi bagi para konsumen.</p>
<h2>Model operasi</h2>
<p>Diasumsikan bahwa semua perusahaan mengikuti pembuatan keputusan rasional, dan akan memproduksi pada keluaran maksimalisasi keuntungan. Dalam asumsi ini, ada empat kategori dimana keuntungan perusahaan akan dipertimbangkan:</p>
<ul>
<li>Sebuah perusahaan dikatakan membuat sebuah <a title="Keuntungan ekonomi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Keuntungan_ekonomi&amp;action=edit&amp;redlink=1">keuntungan ekonomi</a> ketika <em>average total cost</em> lebih rendah dari setiap produk tambahan pada keluaran maksimalisasi keuntungan. Keuntungan ekonomi adalah setara dengan kuantitas keluaran dikali dengan perbedaan antara <em>average total cost</em> dan harga.</li>
<li>Sebuah perusahaan dikatakan membuat sebuah <a title="Keuntungan normal (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Keuntungan_normal&amp;action=edit&amp;redlink=1">keuntungan normal</a> ketika keuntungan ekonominya sama dengan nol. Keadaan ini terjadi ketika <em>average total cost</em> setara dengan harga pada keluaran maksimalisasi keuntungan.</li>
<li>Jika harga adalah di antara <em>average total cost</em> dan <em>average variable cost</em> pada keluaran maksimalisasi keuntungan, maka perusahaan tersebut dalam kondisi kerugian minimal. Perusahaan ini harusnya masih meneruskan produksi, karena kerugiannya akan makin membesar jika berhenti produksi. Dengan produksi terus menerus, perusahaan bisa menaikkan biaya variabel dan akhirnya biaya tetap, tetapi dengan menghentikan semuanya akan mengakibatkan kehilangan semua <a title="Biaya tetap (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Biaya_tetap&amp;action=edit&amp;redlink=1">biaya tetapnya</a>.</li>
<li>Jika harga dibawah <em>average variable cost</em> pada maksimalisasi keuntungan, perusahaan harus melakukan <a title="Penghentian (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Penghentian&amp;action=edit&amp;redlink=1">penghentian</a>. Kerugian diminimalisir dengan tidak memproduksi sama sekali, karena produksi tidak akan menghasilkan keuntungan yang cukup signifikan untuk membiayai semua biaya tetap dan bagian dari <a title="Biaya variabel (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Biaya_variabel&amp;action=edit&amp;redlink=1">biaya variabel</a>. Dengan tidak berproduksi, kerugian perusahaan hanya pada biaya tetap. Dengan kehilangan biaya tetapnya, perusahaan menemui tantangan. Akan keluar dari pasar seutuhnya atau tetap bersaing dengan risiko kerugian menyeluruh.</li>
</ul>
<h2>Kegagalan pasar</h2>
<p>Dalam ekonomi mikro, istilah &#8220;kegagalan pasar&#8221; tidak berarti bahwa sebuah pasar tidak lagi berfungsi. Malahan, sebuah kegagalan pasar adalah situasi dimana sebuah <a title="Pasar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pasar">pasar</a> efisien dalam mengatur produksi atau alokasi barang dan jasa ke konsumen. Ekonom normalnya memakai istilah ini pada situasi dimana inefisiensi sudah dramatis, atau ketika disugestikan bahwa <a title="Institusi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Institusi">institusi</a> non pasar akan memberi hasil yang diinginkan. Di sisi lain, pada konteks politik, pemegang modal atau saham menggunakan istilah kegagalan pasar untuk situasi saat pasar dipaksa untuk tidak melayani &#8220;<a title="Kepentingan publik (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kepentingan_publik&amp;action=edit&amp;redlink=1">kepentingan publik</a>&#8220;, sebuah pernyataan subyektif yang biasanya dibuat dari landasan moral atau sosial.</p>
<p>Empat jenis utama penyebab kegagalan pasar adalah :</p>
<ul>
<li><a title="Monopoli" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Monopoli">Monopoli</a> atau dalam kasus lain dari penyalahgunaan dari kekuasaan pasar dimana &#8220;sebuah&#8221; pembeli atau penjual bisa memberi pengaruh signifikan pada harga atau keluaran. Penyalahgunaan kekuasaan pasar bisa dikurangi dengan menggunakan undang-undang anti-<em>trust</em>.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi_mikro#cite_note-ecoglossary-4">[5]</a></sup></li>
<li><a title="Eksternalitas (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Eksternalitas&amp;action=edit&amp;redlink=1">Eksternalitas</a>, dimana terjadi dalam kasus dimana &#8220;pasar tidak dibawa kedalam akun dari akibat aktivitas ekonomi didalam orang luar/asing.&#8221; Ada eksternalitas positif dan eksternalitas negatif.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi_mikro#cite_note-ecoglossary-4">[5]</a></sup> Eksternalitas positif terjadi dalam kasus seperti dimana program kesehatan keluarga di televisi meningkatkan kesehatan publik. Eksternalitas negatif terjadi ketika proses dalam perusahaan menimbulkan polusi udara atau saluran air. Eksternalitas negatif bisa dikurangi dengan regulasi dari pemerintah, pajak, atau subsidi, atau dengan menggunakan hak properti untuk memaksa perusahaan atau perorangan untuk menerima akibat dari usaha ekonomi mereka pada taraf yang seharusnya.</li>
<li><a title="Barang publik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Barang_publik">Barang publik</a> seperti <a title="Pertahanan nasional (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pertahanan_nasional&amp;action=edit&amp;redlink=1">pertahanan nasional</a><sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi_mikro#cite_note-ecoglossary-4">[5]</a></sup> dan kegiatan dalam <a title="Kesehatan publik (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kesehatan_publik&amp;action=edit&amp;redlink=1">kesehatan publik</a> seperti pembasmian sarang nyamuk. Contohnya, jika membasmi sarang nyamuk diserahkan pada pasar pribadi, maka jauh lebih sedikit sarang yang mungkin akan dibasmi. Untuk menyediakan penawaran yang baik dari barang publik, negara biasanya menggunakan pajak-pajak yang mengharuskan semua penduduk untuk membayar pda barang publik tersebut (berkaitan dengan pengetahuan kurang dari eksternalitas positif pada pihak ketiga/kesejahteraan sosial).</li>
<li>Kasus dimana terdapat <a title="Informasi asimetris (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Informasi_asimetris&amp;action=edit&amp;redlink=1">informasi asimetris</a> atau ketidak pastian (informasi yang inefisien)<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi_mikro#cite_note-ecoglossary-4">[5]</a></sup>. Informasi asimetris terjadi ketika salah satu pihak dari transaksi memiliki informasi yang lebih banyak dan baik dari pihak yang lain. Biasanya para penjua yang lebih tahu tentang produk tersebut daripada sang pembeli, tapi ini tidak selalu terjadi dalam kasus ini. Contohnya, para pelaku bisnis mobil bekas mungkin mengetahui dimana mobil tersebut telah digunakan sebagai mobil pengantar atau taksi, informasi yang tidak tersedia bagi pembeli. Contoh dimana pembeli memiliki informasi lebih baik dari penjual merupaka penjualan rumah atau vila, yang mensyaratkan kesaksian penghuni sebelumnya. Seorang broker real estate membeli rumah ini mungkin memiliki informasi lebih tentang rumah tersebut dibandingkan anggota keluarga yang ditinggalkan. Situasi ini dijelaskan pertamakali oleh <a title="Kenneth J. Arrow" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kenneth_J._Arrow">Kenneth J. Arrow</a> di artikel seminar tentang kesehatan tahun 1963 berjudul &#8220;ketidakpastian dan Kesejahteraan Ekonomi dari Kepedulian Kesehatan,&#8221; di dalam <em>American Economic Review</em>. <a title="George Akerlof" href="http://id.wikipedia.org/wiki/George_Akerlof">George Akerlof</a> kemudian menggunakan istilah informasi asimetris pada karyanya ditahun 1970 <em><a title="The Market for Lemons (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=The_Market_for_Lemons&amp;action=edit&amp;redlink=1">The Market for Lemons</a></em>. Akerlof menyadari bahwa , dalam pasar seperti itu, nilai rata-rata dari <a title="Komoditas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Komoditas">komoditas</a> cenderung menurun, bahkan untuk kualitas yang sangat sempurna kebaikannya, karena para pembelinya tidak memiliki cara untuk mengetahui apakah produk yang mereka beli akan menjadi sebuah &#8220;lemon&#8221; (produk yang menyesatkan).</li>
</ul>
<h2>Biaya peluang</h2>
<p>Walaupun biaya peluang (<em>opportunity cost</em>) terkadang sulit untuk dihitung, efek dari biaya peluang sangatlah universal dan nyata pada tingkat perorangan. Bahkan, prinsip ini dapat diaplikasikan kepada semua keputusan, dan bukan hanya bidang ekonomi. Sejak kemunculannya dalam karya seorang ekonom <a title="Jerman" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jerman">Jerman</a> bernama <a title="Freidrich von Wieser (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Freidrich_von_Wieser&amp;action=edit&amp;redlink=1">Freidrich von Wieser</a>, sekarang biaya peluang dilihat sebagai dasar dari <a title="Teori nilai marjinal (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teori_nilai_marjinal&amp;action=edit&amp;redlink=1">teori nilai marjinal</a>.</p>
<p>Biaya peluang merupakan salah satu cara untuk melakukan perhitungan dari sesuatu biaya. Bukan saja untuk mengenali dan menambahkan biaya ke proyek, tetapi juga mengenali cara alternatif lainnya untuk menghabiskan suatu jumlah uang yang sama. Keuntungan yang akan hilang sebagai akibat dari <em>alternatif terbaik lainnya</em>; adalah merupakan biaya peluang dari pilihan pertama. Sebuah contoh umum adalah seorang petani yang memilih mengolah pertaniannya dibandingkan dengan menyewakannya ke tetangga. Maka, biaya peluangnya adalah keuntungan yang hilang dari menyewakan lahan tersebut. Dalam kasus ini, sang petani mungkin mengharapkan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari pekerjaan yang dilakukannya sendiri. Begitu juga dengan memasuki <a title="Universitas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Universitas">universitas</a> dan mengabaikan upah yang akan diterima jika memilih menjadi pekerja, yang dibanding dengan biaya pendidikan, buku, dan barang lain yang diperlukan (sebagai biaya total dari kehadirannya di universitas). Contoh lainnya ialah biaya peluang dari melancong ke <a title="Bahamas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahamas">Bahamas</a>, yang mungkin merupakan uang untuk pembayaran cicilan rumah.</p>
<p>Perlu diingat bahwa biaya peluang bukanlah <em>jumlah</em> dari alternatif yang ada, melainkan lebih kepada keuntungan dari suatu pilihan alternatif yang terbaik. Biaya peluang yang mungkin dari keputusan sebuah kota membangun rumah sakit di lahan kosong, merupakan kerugian dari lahan untuk gelanggang olahraga, <em>atau</em> ketidakmampuan untuk menggunakan lahan menjadi sebuah tempat parkir, <em>atau</em> uang yang bisa didapat dari menjual lahan tersebut, <em>atau</em> kerugian dari penggunaan-pengguaan lainnya yang beragam &#8211; tapi bukan merupakan agregat dari semuanya (ditotalkan). Biaya peluang yang sebenarnya, merupakan keuntungan yang akan hilang dalam jumlah terbesar diantara alternatif-alternatif yang telah disebutkan tadi.</p>
<p>Satu pertanyaan yang muncul dari ini ialah bagaimana menghitung keuntungan dari alternatif yang tidak sama. Kita harus menentukan sebuah nilai uang yang dihubungkan dengan tiap alternatif untuk memfasilitasi pembandingan dan penghitungan biaya peluang, yang hasilnya lebih-kurang akan menyulitkan untuk dihitung, tergantung dari benda yang akan kita bandingkan. Contohnya, untuk keputusan-keputusan yang melibatkan dampak lingkungan, nilai uangnya sangat sulit untuk dihitung karena ketidakpastian ilmiah. Menilai kehidupan seorang manusia atau dampak ekonomi dari tumpahnya minyak di Alaska, akan melibatkan banyak pilihan subyektif dengan implikasi etisnya.</p>
<h2>Penerapan ekonomi mikro</h2>
<p>Ekonomi mikro yang diterapkan termasuk area besar belajar, banyak diantaranya menggambarkan metode dari yang lainnya. <strong>Regulasi dan organisasi industri</strong> mempelajari topik seperti masuk dan keluar dari firma, inovasi, aturan merek dagang. <strong><a title="Hukum dan Ekonomi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hukum_dan_Ekonomi&amp;action=edit&amp;redlink=1">Hukum dan Ekonomi</a></strong> menerapkan prinsip ekonomi mikro ke pemilihan dan penguatan dari berkompetisi dengan rezim legal dan efisiensi relatifnya. <strong>Ekonomi Perburuhan</strong> mempelajari upah, kepegawaian, dan dinamika pasar buruh. <strong>Finansial publik</strong> (juga dikenal dengan ekonomi publik) mempelajari rancangan dari pajak pemerintah dan kebijakan pengeluaran dan efek ekonomi dari kebijakan-kebijakan tersebut (contohnya, program asuransi sosial). <strong>Ekonomi kesehatan</strong> mempelajari organisasi dari sistem kesehatan, termasuk peran dari pegawai kesehatan dan program asuransi kesehatan. <strong>Politik ekonomi</strong> mempelajari peran dari institusi politik dalam menentukan keluarnya sebuah kebijakan. <strong>Ekonomi kependudukan</strong>, yang mempelajari tantangan yang dihadapi oleh kota-kota, seperti gepeng, polusi air dan udara, kemacetan lalu-lintas, dan kemiskinan, digambarkan dalam geografi kependudukan dan sosiologi. <strong>Finansial Ekonomi</strong> mempelajari topik seperti struktur dari portofolio yang optimal, rasio dari pengembalian ke modal, analisa ekonometri dari keamanan pengembalian, dan kebiasaan finansial korporat. Bidang <strong>Sejarah ekonomi</strong> mempelajari evolusi dari ekonomi dan institusi ekonomi, menggunakan metode dan teknik dari bidang ekonomi, sejarah, geografi, sosiologi, psikologi dan ilmu politik.</p>
<h2></h2>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mp120203070248.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mp120203070248.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mp120203070248.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mp120203070248.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mp120203070248.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mp120203070248.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mp120203070248.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mp120203070248.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mp120203070248.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mp120203070248.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mp120203070248.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mp120203070248.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mp120203070248.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mp120203070248.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mp120203070248.wordpress.com&amp;blog=13447049&amp;post=36&amp;subd=mp120203070248&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mp120203070248.wordpress.com/2010/05/16/ekonomi-mikro/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3942b128109d3b55d82742ec0700d173?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mp120203070248</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Etika Bisnis</title>
		<link>http://mp120203070248.wordpress.com/2010/05/16/etika-bisnis/</link>
		<comments>http://mp120203070248.wordpress.com/2010/05/16/etika-bisnis/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 May 2010 15:41:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mp120203070248</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mp120203070248.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Perlunya Berbisnis dengan Etika Sebenarnya, keberadaan etika bisnis tidak hanya menjawab pertanyaan-pertanyaan “remeh” seperti, “Saya belanja Rp 50.000 tapi cuma ditagih Rp 45.000. Perlu nggak saya lapor?”, atau, “Bisakah saya melakukan tindakan tidak etis/melanggar hukum untuk meningkatkan kinerja divisi saya?”, atau, “Should I accept this gift or bribe that is being given to me to [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mp120203070248.wordpress.com&amp;blog=13447049&amp;post=33&amp;subd=mp120203070248&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3>Perlunya Berbisnis dengan Etika</h3>
<p>Sebenarnya, keberadaan etika bisnis tidak hanya menjawab pertanyaan-pertanyaan “remeh” seperti, “Saya belanja Rp 50.000 tapi cuma ditagih Rp 45.000. Perlu nggak saya lapor?”, atau, “Bisakah saya melakukan tindakan tidak etis/melanggar hukum untuk meningkatkan kinerja divisi saya?”, atau, “<em>Should I accept this gift or bribe that is being given to me to close a big deal for the company?</em>“, atau, “<em>Is this standard we physicians have adopted violating the Hippo-cratic oath and the value it places on human life?</em>“, dan pertanyaan-pertanyaan serupa lainnya.</p>
<p>Sebuah studi selama 2 tahun yang dilakukan The Performance Group, sebuah konsorsium yang terdiri dari Volvo, Unilever, Monsanto, Imperial Chemical Industries, Deutsche Bank, Electrolux, dan Gerling, menemukan bahwa pengembangan produk yang ramah lingkungan dan peningkatan <em>environmental compliance</em> bisa menaikkan <em>EPS</em> (<em>earning per share</em>) perusahaan, mendongkrak <em>profitability</em>, dan menjamin kemudahan dalam mendapatkan kontrak atau persetujuan investasi.</p>
<p>Di tahun 1999, jurnal Business and Society Review menulis bahwa 300 perusahaan besar yang terbukti melakukan komitmen dengan publik yang berlandaskan pada kode etik akan meningkatkan <em>market value added</em> sampai dua-tiga kali daripada perusahaan lain yang tidak melakukan hal serupa.</p>
<p>Bukti lain, seperti riset yang dilakukan oleh DePaul University di tahun 1997, menemukan bahwa perusahaan yang merumuskan komitmen korporat mereka dalam menjalankan prinsip-prinsip etika memiliki kinerja finansial (berdasar penjualan tahunan/<em>revenue</em>) yang lebih bagus dari perusahaan lain yang tidak melakukan hal serupa.</p>
<h3>Kita Sebagai Pebisnis</h3>
<p>Kasus yang paling gampang adalah Enron — yang begitu sering didiskusikan di ruang kuliah. Sebenarnya, Enron adalah perusahaan yang sangat bagus. Sebagai salah satu perusahaan yang menikmati <em>booming</em> industri energi di tahun 1990an, Enron sukses menyuplai energi ke pangsa pasar yang begitu besar dan memiliki jaringan yang luar biasa luas. Enron bahkan berhasil menyinergikan jalur transmisi energinya untuk jalur teknologi informasi.</p>
<p>Kalau dilihat dari siklus bisnisnya, Enron memiliki profitabilitas yang cukup menggiurkan. Seiring <em>booming</em> industri energi, Enron memosisikan dirinya sebagai <em>energy merchants</em>: membeli <em>natural gas</em> dengan harga murah, kemudian dikonversi dalam energi listrik, lalu dijual dengan mengambil profit yang lumayan dari <em>markup sale of power</em> atau biasa disebut “<em>spark spread</em>“.</p>
<p>Sebagai sebuah entitas bisnis, Enron pada awalnya adalah anggota pasar yang baik, mengikuti peraturan yang ada di pasar dengan sebagaimana mestinya. Pada akhirnya, Enron meninggalkan prestasi dan reputasi baik tersebut. Sebagai perusahaan Amerika terbesar ke delapan, Enron kemudian tersungkur kolaps pada tahun 2001. Tepat satu tahun setelah <em>California energy crisis</em>.</p>
<p>Seleksi alam akhirnya berlaku. Perusahaan yang bagus akan mendapat <em>reward</em>, sementara yang buruk akan mendapat <em>punishment</em>. Termasuk juga pihak-pihak yang mendukung tercapainya hal tersebut — dalam hal ini Arthur Andersen.</p>
<p>Masyarakat akhirnya juga lebih aware terhadap pasar modal. Pemerintah pun juga makin hati-hati dalam melakukan pengawasan. Penyempurnaan terhadap sistem terus dilakukan. Salah satunya adalah lahirnya <a href="http://nofieiman.com/2005/04/sarbanes-oxley/">Sarbanes-Oxley Act</a>. Akibat mendzolimi pelaku pasar lainnya, Enron akhirnya terkapar karena melakukan penipuan dan penyesatan. Pun bagi “<em>Enron-wannabe</em>” lainnya, perlu berpikir ulang dua-tiga kali untuk melakukan hal serupa.</p>
<p>Memang benar. Kita tidak bisa berasumsi bahwa pasar atau dunia bisnis dipenuhi oleh orang-orang jujur, berhati mulia, dan bebas dari akal bulus serta kecurangan/manipulasi. Tetapi sungguh, tidak ada gunanya berbisnis dengan mengabaikan etika dan aspek spiritual. Biarlah pemerintah melakukan pengawasan, biarlah masyarakat memberikan penilaian, dan sistem pasar (dan sistem Tuhan tentunya) akan bekerja dengan sendirinya.</p>
<h3>Kita Sebagai Konsumen</h3>
<p>Ini yang lebih penting.</p>
<p>Memang benar, tidak ada yang bisa menjadi produsen (atau konsumen) selamanya. Ada kalanya kita berada dalam posisi sebagai penjual dan ada kalanya kita sebagai pembeli. Saya sendiri, lebih sering berada dalam posisi sebagai konsumen — alih-alih sebagai seorang produsen.</p>
<p>Kembali ke kasus Morgan di atas, persaingan bisnis yang kian sengit memang mengakibatkan terdistorsinya batas-batas antara <em>right-wrong</em> atau <em>good-bad</em>. Lumrah sekali kita jumpai praktik bisnis yang menembus area abu-abu. Tidak jarang pula kampanye pemasaran begitu gencar digalakkan sehingga membuat kita bahkan tidak bisa mengenali diri kita sendiri. Kita “dipaksa” membeli barang yang kita tidak perlu. Kita “senang” mengonsumsi produk yang sebenarnya justru merusak diri kita. Kita “bahagia” memakai produk luar negeri sementara industri dalam negeri mulai kehabisan nafas.</p>
<p>Kompas beberapa waktu lalu pernah mengulas tentang gencarnya cengkeraman kapitalisme membelenggu negara-negara yang baru berkembang seperti Indonesia. Korbannya adalah masyarakat strata menengah dan masyarakat strata “agak bawah” yang “memaksakan diri” untuk masuk ke level yang lebih tinggi. Secara fundamental ekonomi, pengaruhnya jelas tidak baik karena ekonomi yang didasarkan pada tingkat konsumsi yang besar (apalagi dibiayai oleh utang) benar-benar rawan. Secara sosial, jelas fenomena ini akan menimbulkan pergeseran dan rentan terhadap benturan yang dampak turunannya sebenarnya cukup mengerikan.</p>
<p>Maka tak perlu heran jika di jaman sekarang seorang anak kecil akan lebih faham kosakata “starbucks”, “breadtalk”, “orchard road”, “gucci”, daripada kosakata lain seperti “gudeg”, “bunaken”, “senggigi”, “ketoprak”, dan sebagainya. Kita secara tidak sadar mengkiblatkan diri pada produk/jasa yang sebenarnya tidak terlalu bagus — melainkan karena praktik pemasaran dan operasional bisnis yang seringkali melanggar batas-batas etika.</p>
<p>Sebenarnya tidak ada yang “salah” dengan kapitalisme. Kapitalisme, yang didasarkan pada perdagangan, disebut Adam Smith sejak lama sebagai kunci kemakmuran. Ide ini sudah dibuktikan secara empiris oleh para akademisi. Dengan adanya perdagangan, maka spesialisasi, penghargaan, kebersamaan, perdamaian, serta kemakmuran bisa tercapai. Yang salah adalah ketika kapitalisme dijalankan dengan melanggar etika sehingga menodai nilai-nilai murni perdagangan itu sendiri.</p>
<p>Belajar dari pengalaman Morgan, sebagai konsumen kita memang harus mulai belajar untuk <em>aware</em> terhadap praktik-praktik bisnis yang melanggar batas-batas etika. Karena pada akhirnya konsumen selalu berada dalam posisi yang dirugikan. Sementara produsen memiliki kesempatan berkelit yang lebih banyak. <em>The winner takes all</em>.</p>
<p>Padahal, sebenarnya kita nggak perlu malu mengonsumsi tahu, tempe, atau daun singkong, sementara teman-teman kita makan di restoran <em>fast food</em>. Biarlah kita mengenakan produk dalam negeri sementara orang lain pakai Versace, Bvlgari, atau Luis Vuitton. Tidak ada yang akan menghukum kita hanya karena ponsel kita lebih lawas daripada milik rekan kita. Kita tidak perlu ganti mobil hanya karena tetangga kita barusan beli mobil baru. Kita juga tidak harus membeli rumah yang lebih besar sementara kita sendiri sebenarnya sudah cukup nyaman dengan rumah yang ada.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mp120203070248.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mp120203070248.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mp120203070248.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mp120203070248.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mp120203070248.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mp120203070248.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mp120203070248.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mp120203070248.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mp120203070248.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mp120203070248.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mp120203070248.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mp120203070248.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mp120203070248.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mp120203070248.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mp120203070248.wordpress.com&amp;blog=13447049&amp;post=33&amp;subd=mp120203070248&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mp120203070248.wordpress.com/2010/05/16/etika-bisnis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3942b128109d3b55d82742ec0700d173?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mp120203070248</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
